Inilah Alasan Kenapa Pelajaran Matematika Dibenci

belajar

Sudah menjadi rahasia umum kalau pelajaran matematika merupakan pelajaran yang paling susah dan paling dibenci banyak murid di sekolah. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi mereka yang cinta mati dengan pelajaran tersebut dan untuk mereka yang menyukai tantangan dalam berhitung baik itu menghitung uang, memperkirakan potongan diskon, dan menghitung lainnya.

Mereka yang tidak menyukai pelajaran ini terkadang akan menganggap pelajaran ini adalah mimpi buruk yang membuat frustasi. Sehingga, mereka akhirnya tidak serius didalam belajar dan bermalas-malasan sehingga mendapatkan nilai jelek saat ulangan.

Ada beberapa faktor yang membuat pelajaran ini berbeda dari yang lainnya dan membuat pelajaran ini menjadi dibenci. Selain soal hitung menghitung, pelajaran matematika juga harus memiliki logika yang kuat, menghafal rumus, dan berbagai faktor lainnya. Berikut beberapa faktor yang membuat pelajaran ini tidak disukai oleh murid.

  • Guru yang membosankan

guru

Matematika adalah pelajaran yang penuh dengan angka. Jika guru hanya terpaku oleh rumus baku, pelajaran akan terasa membosankan. Berbeda dengan pelajaran lain yang terkadang ada metode yang menyenangkan untuk dipelajari. Contohnya adalah dalam pelajaran bahasa Inggris yang dimana tidak hanya membaca saja, melainkan juga ada mendengar dan berdialog.

  • Hanya angka saja

Dalam pelajaran matematika, sudah pasti akan selalu berurusan dengan angka, sehingga itu akan sangat membosankan.

Setiap orang sudah pasti menyukai cerita, ada baiknya saat pelajaran matematika harus diseling dengan cerita agar saat proses belajar mengajar tidak membosankan.

  • Antara benar dan salah

Jika dalam pelajaran lain jawaban Anda mendekati dengan kebenaran, maka masih ada nilai untuk usaha Anda menjawab soal. Berbeda dengan matematika, kalau jawabannya sudah salah ya tetap salah. Meskipun Anda sudah menggunakan rumus yang panjang dan lebar, tetapi jika hasil akhirnya salah, maka jawaban Anda salah.

  • Takut salah dalam menjawab soal

Hal ini ada sangkut pautnya dengan poin sebelumnya, yakni antara benar dan salah. Banyak yang menyerah dalam menjawab soal matematika dan tidak mau mencoba karena mereka takut salah dalam menjawab soal.

  • Tidak bisa di hafal

Di dalam pelajaran pasti ada metode pembelajaran dengan menghafal. Di dalam matematika, logika yang harus berjalan, meskipun Anda menghafal semua rumus, tetapi belum tentu rumus tersebut yang cocok untuk menjawab soal.
Contohnya, guru memberikan contoh soal dan memberikan rumus, lalu sebelum pulang memberikan soal untuk dikerjakan di rumah. Rumusnya pasti sama, namun soalnya berbeda sehingga Anda tidak bisa menghafal jawaban dalam soal matematika.

  • Ada banyak rumus untuk memecahkan soal matematika

rumus

Di dalam matematika, ada banyak cara untuk mendapatkan jawaban. Contohnya saja, untuk mendapatkan angka 20 Anda bisa mendapatkannya dari hasil perkalian 5×4, pengurangan 25-5,  pembagian 100:5, dan masih banyak cara lainnya.

Untuk memecahkan soal dan mendapatkan jawaban yang sama ada banyak cara, sehingga ada banyak rumus yang harus Anda hafal dalam pelajaran matematika. Yang membuat membosankan adalah rumus yang ada turunannya sehingga banyak sekali yang perlu di hafal. Biasanya, guru selalu memberikan rumus yang umum digunakan, namun rumus tersebut terlalu terbelit-belit dan sulit untuk di hafalkan.